Friday, June 28, 2013

(Sinopsis) I Hear Your Voice Episode 6 Part 1



Di dalam bus tahanan, Si kembar tersenyum penuh kemenangan.
Hye seong masih tidak terima bahwa dia salah sedangkan  Do yeon benar. Soo ha berusaha menyadarkan Hye seong sambil memegang kedua tangannya. Hye seong berusaha melepaskan diri dari Soo ha tapi Soo ha tetap memegang tangan Hye seong sambil menatapnya dengan tajam dan berkata, “mungkin sebaiknya kamu berhenti menjadi pengacara.” Hye Seong: “apa?!”.  Soo Ha: “ sepuluh menit yang lalu kamu berkata....”.
Flashback ke saat Hye Seong bertemu Do yeon di gedung pengadilan pasca sidang. Hye seong mengatakan bahwa masalah terbesar adalah orang yang mengetahui bahwa dia salah tapi tidak mau mengakuinya. Flashback ends.
Hye seong terkejut menyadari bagaimana Soo Ha sebenarnya. Orang yang selama ini dia anggap akan selalu dipihaknya apaun yang terjadi, ternyata saat ini justru menentangnya. Hye seong mengatakannya dalam hati, tapi bukankah Soo Ha bisa mendengarnya?? Seketika itu juga Soo ha melepaskan tangan Hye seong dan Hye seong langsung pergi dengan tatapan super sebal!!
Sebenarnya di sini bukan masalah keberpihakan, tetapi masalah benar dan salah. Soo ha akan mengatakan salah jika memang salah, bukannya mengatakan kata-kata manis tetapi berisi kebohongan. 
Sepeninggal Hye seong, Soo Ha terpaku di tepi jalan dengan tatapan yang sangat sedih. Di ruangannya, Hye seong masih saja ngomel karena kesal. Melaui jendela dia melihat, Soo Ha masih di di depan kantornya, duduk di bangku dengan wajah sedih, lalu dia berteriak sehingga membuat sekretaris kaget, heheh...

Sampai malam, Soo Ha masih menunggu di tempat yang sama. Perlahan dia beranjak dan berjalan pelan, lalu apa yang di hadapannya berubah, sebuah rumah. Soo ha terus berjalan menuju rumah itu. Dia melangkahkan kaki memasuki  gerbang rumah.... dan dimulailah kenangan masa lalunya ketika Soo Ha kecil memasuki rumah itu. Dia dituntun seorang petugas kepolisian. Ternyata itu rumah pamannya. Mellihat Soo Ha, pamannya itu tampak tidak suka tapi terpaksa menerima Soo Ha. Sepertinya paman mau pindahan karena rumahnya sudah bersih dari perabotan. Mereka lalu makan bersama di lantai dengan beralaskan koran, bersama anak-anak kecil lainnya (mungkinkh itu anak-anaknya paman?).  Soo Ha tahu kalau pamannya itu tidak suka. Di depan akuarium kecil, Soo Ha menangis, mengatakan bahwa tangannya sakit, tapi tidak ada yang peduli. Kembali ke Soo Ha dewasa.... sepertinya kesedihan itulah yang saat ini dia rasakan, merasa ditelantarkan dan tak ada yang peduli padanya. Soo Ha tetap menunggu Hye seong karena dia tidak mau kehilangan satu-satunya orang yang peduli dan berharga baginya.


Episode 6: ditelantarkan oleh seluruh dunia

Akhirnya Hye seong keluar menemui Soo Ha dan meminta Soo Ha menarik kembali kata-katanya bahwa dia sama saja dengan Do Yeon. Soo Ha menolak. Hye seong:“Mulai sekarang aku akan melakukan semua yang aku bisa untuk mengungkap kebenaran. Aku akan membuktikan bahwa si kembar sama-sama terlibat dalam pembunuhan. Kamu mengerti yang aku katakan?!”
Soo ha menjawab, “mungkin”. Hye seong membalas dengan agak dongkol, “aku akan mengakui bahwa aku salah, dasar idiot!!!” Hahaha...yes!! tidak sia-sia Soo Ha menunggu sampe malam. Tersenyum.... *oooohh... rasanya lega banget liat senyum itu*. Melihat Senyum Soo Ha, Hye seong malah mencak-mencak, “apa kamu anggap ini lucu?! Memangnya mudah bagi seseorang utnuk mengakui bahwa dia salah apalagi di hadapan musuhnya! Tidak semua orang bisa melakukannya, tapi aku bisa. Kenapa? Karena aku lebih baik dari orang pada umunya. Jadi tarik kembali kata-katamu tadi, bahwa aku salah pada Do yeon!”. Sepertinya Soo ha sangat menikmati pemandangan ini, Hye seong yang mau menerima bahwa dia telah salah tapi tetap berusaha mati-matian menjaga harga dirinya dengan berargumen bahwa apa yang dia lakukan (mau mengakui kesalahan) adalah tindakan hebat yang tidak semua orang bisa melakukannya (kelihatan banget betapa Soo Ha sangat sayaaaang pada unnienya). Soo ha pun menjawab bahwa Hye seong tidak salah, dia hanya berbeda, “salah artinya tidak benar, sedangkan berbeda artinya tidak sama. Dalam kasus ini, kamu seharusnya menggunakan kata ‘berbeda’. Apakah vocabulary-mu hanya selevel itu?” Hehehe.. kena’ deh Hye seong. Soo Ha melanjutkan bahwa Hye seong berbeda dari jaksa itu, sangat berbeda. Selesai. Kekesalan Hye Seong langsung hilang, lalu segera mengajak Soo Ha belanja. Wkwkwk... *rasanya kok dewasa Soo Ha, ya... Hye seong kliatan kekanakan banget ketika menerima kritik. Maunya mendengar yang bagus-bagus saja tentang dirinya. Sepertinya dari kejadian ini Soo Ha belajar, bagaimana menegur Hye seong ketika dia salah, yaitu jujur  tapi jangan terlalu to the point, dan bagaimana meredakan kemarahan/kekesalan  Hye seong, yaitu memujinya.*

Mereka belanja dengan bahagia. Lalu tiba-tiba Soo Ha terpaku di hadapan akuarium. Tak lama kemudian dia menoleh pada Hye seong sambil tersenyum. Mungkin itu mengingatkan dia saat kecil, dimana dia kesepian dan hanya bisa bicara pada ikan yang ada di akuarium. Tapi sekarang berbeda, sekarang ada Hye seong yang peduli dan bisa dia ajak bicara. *jadi penasaran, bagaimana Soo Ha kecil menjalani hidupnya*.
Esoknya, Hye seong menemui JPS di tahanan. Hye seong mencoba menggertak, bahwa jika JPS berbohong meski hanya 1%, maka 99% lainnya juga akan menjadi kebohongan. JPS jadi penasaran apakah saudara kembarnya mengatakan sesuatu. Hye seong menjawab, jika JPJ mengatakan sesuatu...  kenyataan bahwa JPS dan JPJ merencanakan pembunuhan itu mungkin akan tersebar. JPS sempat terkejut, tapi kemudian menyadari itu hanya gertakan, dan dia balik menggertak dengan mengatakan bahwa sebagai pengacaranya, jika dia mendengar hal seperti itu maka dia tidak boleh mengungkapnya, kode etik pengacara nomor 23: Seorang[engacara tidak akan mengungkapkan rahasia . Whaaa!! Smart juga JPS ini, ternyata dia itu kuliahnya di jurusan hukum dan kali ini dia hanya ingin memanfaatkan hukum.
Hye seong galau, dan seperti biasa, muter-muter di pintu berputar sampe kemudian bertemu Kwan Woo. Hye seong memaksa Kwan Woo untuk membicarakan kasus tapi Kwan Woo menolak dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Hye seong... *hahaha.. lebay!*Ah, lihat jasnya Kwan Woo, kotor bekas apa itu, kok kayak membentuk wajah?? Sepertinya itu noda bedak dari Hye seong....


Di rumah, Soo ha menjadi pendengar setia Hye seong yang bingung bagaimana cara membuktikan bahwa si kembar bersalah. Lalu soo ha mengatakan bahwa sebenarnya jaksa punya rencana tapi perlu bantuan Hye seong. Ketika Hye seong sedang larut dalam pikirannya, Soo ha diam-diam meraih HP Hye seong dan meng-sms Do yeon. Hye seong segera menyadarinya dan berusaha merebut HPnya, dan berhasil.  Hp nya berhasil dia rebut, tapi sms sudah terkirim, hehe... lihat wajah Hye seong yang kesal dan lihat juga wajah Soo Ha yang tersenyum penuh kemenangan! Sms diterima, ternyata isinya ngajak ketemuan. Do yeon setuju dan mengajak bertemu di TKP jam 07.30 besok pagi.

Hye seong dan Do yeon benar-benar bertemu di TKP dan Hye seong mendengarkan penjelasan Do yeon yang sangat yakin bahwa si kembar merencanakan pembunuhan itu. Do yeon punya rencana agar si kembar diputuskan bersalah meski tanpa barang bukti, asalkan Hye seong mau membantu.
Tak  jauh dari TKP... tampak Lawyer Cha tak sengaja melihat mereka....
Hye seong menemui JPS dan menawarkan dua opsi, mengaku atau tidak mengaku. Jika mnegaku, dia akan dianggap tidak bersalah, dan sebaliknya jika tidak mengaku, dia justru dianggap bersalah. “hukum bukan untuk dilawan, tetapi untuk diambil manfaatnya”,  Hye seong mengembalikan kata-kata JPS kemarin.  JPS tampak mempertimbangkannya.
Hye seong pulang bersama Soo ha. Di halte, Soo ha melihat seorang laki-laki yang akan mencopet dan berhasil menggagalkannya dengan mengatakan bahwa resletingnya celananya terbuka sehingga membuat semua orang melihat ke arah laki-laki itu,, heheh... gagal deh rencana jahatnya. 
Waktu persidangan tiba, Hye seong dan Do yeon menjalankan rencana mereka untuk menghilangkan semua barang buktti secara administrasi, agar hanya pengakuan dari JPS yang akan menjadi buktinya. Di bangku audience, ternyata hadir ketua pengacara dan sekretaris, dan seorang wanita di belakang mereka sepertinya selalu hadir dalam persidangan2 terdahulu,hmm... mencurigakan...
Satu per satu barang bukti dan saksi dihadirkan, tapi tak satupun yang dapat diterima. Akhirnya JPS terprovokasi juga dan mengaku. Tentu saja JPJ tidak terima karena tidak ada buktinya. Lalu hakim menjelaskan, bahwa pengakuan JPS adalah bukti yang memberatkan JPJ dan membuat JPS dianggap tak bersalah. Mengetahi hal itu, JPJ ikut terprovokasi dan mengaku. Ruang sidang jadi riuh karena si kembar saling menyalahkan. Wanita di bangku audience tampak menangis, begitu juga ketua pengacara kelihatan tidak puas dengan perkembangan kasus itu.
Persidangan selesai. Lawyer Jang tampak bahagia atas keberhasilannya. Lalu ketua pengacara, Lawyer Shin, menghampiri. Dengan bahasa formal, dia mengatakan, bahwa dalam persidangan tadi, lawyer Jang lebih mirip seorang jaksa dari pada pengacara. Lawyer Shin juga mengatakan tidakkah lawyer Jang penasaran mengapa saat melakukan pembunuhan, si kembar melepas topengnya; dan apakah dia juga tidak melihat seorang wanita di bangku audience yang tampak sedih?
“benar kau tidak melihatnya. Kenapa memangnya?”, jawab Lawyer Jang. Lawyer shin: “mereka melepaskan topengnya artinya senagaj memperlihatkan wajah mereka pada korban. Mereka membunuh utnuk balas dendam, dan itu ada alasannya. Ada seorang wanita yang menangis sambil menatap si kembar. Itu artinya ada seseorang ayng berharap kamu akan menolong mereka. Jadi, jika kamu memang pengacara publik, seharusnya kamu menyadarinya sejak awal!” lawyer Shin terus saja memarahi Hye seong bahkan mengancam akan membuat surat keberatan/pengaduan ke asosiasi bahwa Lawyer Jang tidak capable sebagai pengacara publik. Tentu saja hal ini membuat suasana hati  Hye seong menjadi buruk, sekali lagi dia merasa berhasil tapi lalu ada yang menentangnya dengan alasan yang dapat diterima. Hye seong duduk terdiam di bangku tepi jalan. Bahkan ketika Do yeon lewat dan tersenyum, dia hanya diam saja.

Di rumah, seperti biasa, sambil makan malam dia mengadukan semuanya pada Soo Ha. Sepertinya kata-kata Lawyer Shin sangat mengena di hatinya, dia bahkan meminta Soo ha mengatakan bahwa dia benar 10 kali agar merasa terhibur. Sementara itu di toko ibu Hye seong, Joon Gook, yang mengaku bernama Gil Dong, sedang beres-beres saat Ibu Hye seong memberinya bungkusan sup rumput laut sebagai hadiah ultah.
Soo ha sedang duduk di kelas sambil membaca dan mendengarkan musik (may be) dengan headsetnya, saat seong Bin datang menghampiri. Dia (pura-pura) minta diajari matematika. Saat memandang Seong Bin, Soo ha bisa mendengar bahwa seong bin khawatir kalo-kalo Soo akan menghindarinya gara-gara pengakuan cintanya tempo hari. Soo ha memang baik, dia berusaha membuat seong bin merasa nyama dan mulai mnegajarinya. Tapi kemudian hpnya berbunyi, ternyata Joon Gook yang menelpon. Entah apa yang dikatakan Joon gook hingga membuat Soo ha segera berlari menuju kantor polisi, dan bertemu lagi dengan dua polisi menyebalkan itu. Soo ha melaporkan bahwa Joon Gook menelponnya dan memperdengarkan rekaman pembicarannya. Satu polisi menganggap itu bukan apa-apa, sementara polisi satunya bisa merasakan nada mengancam dari nada suara Joon Gook.

 Soo ha pun menanyakan alamat joon Gook tapi percuma, kedua polsi itu tidak tahu.

bersambung ke part 2