Monday, July 22, 2013

(Sinopsis) I Hear Your Voice Episode 10



Episode 10 – What’s The Purpose Of Searching Everywhere for A Painful Memory?
Hye Seong bergegas ke kantor polisi dan dilihatnya Soo Ha ada di sana. Dia langsung memukulkan dompet ke bahu Soo Ha, campur aduk perasaannya antara lega karena itu memang Soo Ha, kesal karena Soo Ha tak pernah menghubunginya, dan khawatir dengan keadaannya yang dianggap sebagai pembunuh. Tapi reaksi Soo Ha sangat di luar dugaan... “apakah namaku Park Soo Ha?  Semua orang di sini memangglku seperti itu.” Oh my God..... Hye Seong hanya bisa menatap Soo Ha dengan pandangan shock, apa yang membuatnya hilang ingatan dan menghilang selama setahun ini?? Soo Ha bahkan tak mengenali Hye Seong.
Hye Seong meminta agar Soo Ha dilepaskan, tapi petugas kepolisian menolaknya. Karena tak ingat apa pun, Soo Ha mengatakan pada polisi bahwa MUNGKIN dia memang membunuhnya. Itu sebabnya polisi menetapkannya sebagai tersangka, disamping semua bukti memang mengarah pada Soo Ha. Sepanjang Hye Seong bertengkar dengan petugas kepolisian karena membelanya, Soo Ha terus saja memandangi Hye Seong dan berusaha mengingatnya, tapi dia benar-benar tidak ingat apapun.
Soo Ha dimasukkan dalam tahanan. Hye Seong berusaha terus berkomunikasi dengan Soo Ha. Mereka bicara dengan dipisahkan kaca... Hye Seong mulai bicara dengan pikirannya sambil menatap Soo Ha, tapi tidak ada reaksi apa-apa selain wajah bingung Soo Ha. “Apa kamu tidak bisa mendengar pikiranaku?” tanya Hye seong  yang membuat soo Ha semakin bingung saja. Tak hanya kehilangan ingatan, ternyata soo Ha juga kehilangan kemampuannya. Hye Seong mewanti-wanti agar Soo Ha tidak bicara sembarangan saat olah TKP besok, apalagi sampai mengatakan bahwa dia mungkin memang pelakunya, karena itu akan memberatkannya di persidangan.  Soo Ha mengangguk dan menuruti semua kata-kata Hye Seong, menjawab dengan bahasa sopan santun. Hye seong merasa aneh dengan reaksi Soo Ha itu karena dulu Soo Ha selalu bicara dengan bahasa banmal (bahasa sehari-hari).  Mengetahui hal itu, Soo Ha menyimpulkan bahwa dirinya pasti orang yang tidak baik dan tidak punya sopan santun. Hye Seong langsung menyangkalnya.... “kamu memiliki bekas luka di  bahumu kan? Itu kamu peroleh karena melindungiku. Itu artinya kamu adalah orang yang baik.”
Esoknya di kantor, saat Lawyer Shin akan pergi terkait kasus baru mereka, Hye Seong berusaha menghalanginya dengan memberikan segelas es teh... hehe.. awalnya Lawyer Shin menolak. Kemudian Hye seong menjelaskan bahwa terdakwa kali ini adalah Park Soo Ha, dan tidak ada yang lebih mengenal dan mempercayai Soo Ha selain dirinya. Kali ini dia yang harus pergi menangani kasus ini, agar dia bisa menjadi pengacara Soo Ha. Akhirnya, dengan reaksi yang agak lucu, Lawyer Shin menerima es teh itu!!
Waktunya untuk olah TKP. Soo Ha digelandang dengan mobil tahanan menuju TKP, dan Hye Seong dengan sekuat tenaga berusaha mendampingi, meski awalnya dilarang oleh polisi. Soo Ha mengenakan topi dan jaket hoodie yang ditutupkan pada kepalanya, lalu Hye Seong juga memberikan facemask pada Soo Ha, bahkan melepas blazernya untuk menutupi tangan Soo Ha yang diborgol. Sampai di TKP, ternyata banyak wartawan yang meliput. Banyak stasiun TV yang menyiarkan olah TKP itu secara langsung. Seung bin yang sedang berada di salon perawatan kuku, tanpa sengaja menyaksikan siaran langsung itu. Begitu juga teman Soo Ha, Kim Choong Ki yang sepertinya bekerja di bengkel (yang sekarang kelihatan lebih dewasa dan keren), Kwan Woo yang bekerja di pemandian umum miliki orang tuanya (yang semakin culun aja dengan gaya rambutnya), serta Yoo chang dan Lawyer Shin; semua menyaksikan siaran langsung itu. Lawyer shin mengomentari Hye Seong yang berusaha menutupi wajah Soo Ha, tapi malah membiarkan wajahnya sendiri terkespos media, dan teringat ketika dulu dia menjadi pengacara Hwang Dal joong, dia juga berusaha menutupi wajah kliennya itu, meski akhirnya ada yang berhasil membuka penutup wajahnya.
Malam harinya di dalam tahanan, soo Ha tidak bisa tidur. Dia masih duduk dan memikirkan semua kejadian ini. Dalam hati dia bertanya-tanya, orang macam apakah dirinya? Apa benar dia bukan pembunuh, apa benar dia orang baik seperti yang dikatakan Lawyer Jang.....
Yoo Chang bergegas menuju kantor setelah membeli minuman. Saat akan masuk lift, dia bertemu Do Yeon yang ternyata akan ke kantornya untuk menemui Hye Seong. Rupanya Do Yeon menrasa berhutang pada Hye Seong karena kasus setahun yang lalu. Saat itu, Hye seong, sebagai jaksa, gagal melindungi Hye seong yang merupakan korban pada kasus itu, sehingga Min Joon Gok bebas. Untuk itu, kali ini Do Yeon ingin membantu hye Seong  dan Soo Ha. Do Yeon mengatakan dia hanya akan menuntut hukuman 10 tahun pada soo Ha asalakan mereka , Hye Seong dan Soo Ha, mau menerima bahwa soo Ha pelakunya, sambil menunjukkan bukti-bukti yang semuanya memberatkan Soo Ha. Jika  Hye seong membela Soo Ha mengajukan putusan tidak bersalah, Soo Ha justru bisa dikenai hukuman 20 tahun. Do yeon mengatakan bahwa dia tulus melakukan ini, Hye seong mengatakan  akan mempertimbangkannya, meski sebenarnya dia sangat yakin Soo Ha tidak membunuh Min Joon Gok dan bertekad, bagaimanapun caranya akan membebaskan Soo Ha dari segala tuduhan itu.  

Yoo Chang  punya rencana. Dia mengajak Kwan Woo hiking, meskipun dia sendiri tidak menyukainya. Baru 30 menit mereka berjalan, Yoo chang sudah tidak kuat lagi dan minta untuk istirahat sulu. Lalu sambil ngos-ngosan, Yoo Chang menceritakan tentang kasus yang sedang dihadapi Lawyer Jang. Meski hanya bisa bicara sepatah-patah.... tapi Kwan Woo bisa mengerti dan memahaminya. Lalu dia menanyakan apakah yoo Chang memiliki copy dokumen-dokumen tentang kasusu Soo Ha. Dengan semangat, Yoo Chang mengangguk dan langsung membuka ranselnya. “ya ampun!! Kamu membawa semua ini ke sini!!” Kwan Woo terkejut dengan semua dokumen yang dibawa  Yoo Chang,  pantas saja dia cepat kelelahan... “jangan-jangan kamu memasukkanku dalam rencanamu??’ tebal Kwan Woo. Yoo chang mengangguk dengan semangat, lalu...bruk!! Pingsan! Wkwkwk.
Di kantor, Hye Seong benar-benar pusing memikirkan bagaimana caranya membebaskan soo Ha. Dan tawaran do yeon justru membuatnay semakin sulit. Lawyer Shin datang dengan setumpuk dokumen tentang kasus yang ditanganinya 26 tahun silam, kasus Hwang Dal Joong. Kasus itu hampir sama dengan kasus Soo Ha, meski waktu itu akhirnya Lawyer Shin kalah dalam persidangan. Hye seong bertanya, jika Lawyer Shin bisa kembali ke 26 tahun lalu, apakah dia akan menerima dan menyatakan kliennya itu salah sehingga mendapat hukuman yang lebih ringan?  

Hye seong menemui Soo ha sebagai pengacaranya. Dia menyampaikan tawaran dari jaksa, jika Soo Ha menerima bahwa dia bersalah, maka hukumannya 10 tahun, namun jika tidak maka hukumannya 20 tahun. “apa yang harus aku lakukan?” tanya Soo Ha. Hye Seong menjawab, “katakan saja kamu tidak bersalah.” Soo Ha setuju. Tapi kemudian Hye seong berubah pikiran, “tidak,tidak... katakan saja kamu bersalah. Jika sesuatu terjadi, kamu bisa berakhir di penjara seumur hidup.” Soo Ha juga setuju. Tapi kemudian justru Hye seong yang kesal, kenapa Soo Ha tidk memikirkannya dan hanya menurut padanya. Soo Ha membalas, dia tidak tahu apa-apa, Hye Seong yang lebih tahu... jadi dia akan menurut saja, Hye seong yang memutuskan dan dia yang akan bertanggung jawab  (what!!!) *hmmm ... pasrah bongkokan alias pasrah sepenuhnya pada Hye Seong* 
Lalu Hye seong menanyakan, saat ini, apa arti dirinya bagi Soo Ha. Soo Ha menjawab, dia adalah pengacara publik, Soo Ha melanjutkan “ saat tak ada seorangpun di pihakku, bukankah pengacara publik  adalah orang yang ada di pihakku?”  Hye Seong terdiam... merasa tertohok, karena selama ini dia bukan orang yang seperti itu. Lalu dia teringat pertanyaannya pada Lawyer Shin tadi, bagaimana jika bisa kembali ke 26 tahu silam...  ternyata jawababn Lawyer Shin tetap sama, kliennya tidak bersalah. Dan dia pun membenarkan kata-kata soo Ha.  Sambil menggenggam tangan Soo Ha, dia berusaha menguatkan dan mengatakan jika Soo Ha mengingat sesuatu untuk segera menyampaikan padanya. Soo Ha mengangguk sambil memandangi Hye seong dan tangannya bergantian....
Seperti biasa, Hye Seong yang gundah sedang di tempat favoritnya, ketika Kwan woo datang dengan dandanan rapi ala pengacara. Lalu mereka bicara di taman. Kwan Woo mengusulkan, untuk kasus Soo Ha ini, mengajukan persidangan dengan juri (jury trial). Hye seong yang tidak terpikir menggunakan cara ini, langsung menerimanya. Karena dalam jury trial, membutuhkan pengacara lebih dari satu, maka Kwan woo menawarkan diri, bukan sebagai pengacara publik, tetapi sebagai pengacara biasa. Meski tidak suka, Hye Seong menerima tawaran itu sambil mengatakan, “bagiku kamu hanya seseorang yang memiliki kemampuan mengubah bersalah menjadi tidak bersalah. Sekarang, aku membutuhkan orang dengan kemampuan itu.”
Kim Choong Ki, teman SMA Soo Ha, mengunjunginya di tahanan. Dia membawakan buku harian Soo Ha, dan dengan rasa terpaksa membacakan isinya karena tidak diizinkan memberikannya, hanya diizinkan untu membacakannya.
Sementara itu, Yoo Chang sangat senang ketika Kwan woo datang. Saking gembiranya, dia berlari ingin memeluk Kwan Woo, tapi kemudian Kwan woo membungkuk bersamaan dengan dia juga bertemu Lawyer Shin. *Lucu banget adegan ini wkwkwkw....* lalu Kwan woo masuk ke dalam kantor, di situ Lawyer Jang rupanya ketiduran dengan kondisi meja berantakan. Begitu tahu, ada yang datang, Lawyer Jang langsung terbangun dan dengan jaim mengatakan bahwa dia tidak sedang mengantuk meski kliatan banget wajahnya berantakan bahkan ada sesuatu nempel di pipinya. Kwan Woo hanya bisa tersenyum melihatnya....
Seung Bin sedang mengisi form kunjungan untuk mengunjungi Soo Ha, tapi kemudian petugas mengatakan dia tidak bisa mengunjungi soo Ha hari ini karena jatah kunjungan hanya satu orang per hari dan hari ini Soo Ha sudah ada yang mengunjungi. Siapa lagi kalau bukan Choong Ki, untuk membacakan buku harian..hehehe... meski tampak bandel, tapi dia itu teman yang baik ya...^^.
Seung Bin menunggu di depan gedung. Ketika Choong Ki kleuar, dia langsung memarahinya, kenapa dia selalu mengunjungi Soo Ha padahal dia bahkan bukan teman dekatnya. Hahah... kasian, Choong Ki ini selalu jadi korban kemarahannya Seung Bin. Choong Ki yang tahu isi buku harian Soo Ha, mengatakan pada Seung Bin untuk berhenti mengejar Soo Ha, karena bagaiamanapun Soo Ha tidak akan tertarik padanya. Seung Bin tahu itu, “Aku tahu, dasar kurang ajar! Aku tahu aku hanya buang-buang waktu. Aku sangat itu!!” bentaknya sambil menangis dan segera pergi.
Hye Seong menemui Soo Ha, “Jadi suatu hari kamu bangun dan sudah berada di rumah kakek. Dan kakek mengatakan bahwa kamu anak sepupunya?” Soo Ha: “Ya”. Hye Seong : “ Itu aneh. Padahal kamu benar-benar orang asing baginya. Tapi mengapa dia mengatakan kamu anak sepupunya?”
Soo Ha yang mengetahui dari buku hariannya bahwa ternyata pengacaranya itu adalah orang yang penting baginya, menjadi penasaran, “ Mengapa Anda berusaha sangat keras. Apakah semua pengacara seperti ini? Jika tidak, apakah aku ini orang yang spesial bagi Anda Miss Pengacara?” Soo Ha menanyakannya dengan wajah dan tatapan innocent, total penasaran, benar-benar tatapan tanpa beban; sangat berbeda dari tatapan Soo Ha yang tidak amnesia. Hye Seong membenarkan, bahkan baginya, Soo Ha sangat spesial. Hye seong mengatakan, bahwa Min Joon Gook, orang yang diduga dibunuh Soo Ha, telah membunuh ayah Soo Ha dan ibunya. Hye seong melanjutkan, “Dia memanfaatkan hukum sehingga lolos dari hukuman, dan kini dia membuatmu menjadi seorang pembunuh. Jika dalam persidangan nanti kamu kalah, aku tidak akan percaya pada yang namanya keadilan, hukum, atau apapun lainnya. Aku juga akan berhenti menjadi pengacara. Tapi aku tidak melihat itu. Bagaimanapu aku akan melindungimu dengan hukum. Jadi kamu sangat spesial bagiku, saat ini.” Soo Ha: “ Lalu bagaimana dengan kamu bagiku?” Hye Seong cukup terkejut dengan pertanyaan Soo Ha ini, tapi kemudian dia menjawab bahwa dia hanya seorang kenalan. Soo Ha tidak percaya, dan terus mengejar dengan pertanyaannya, “Benarkah? Aku tidak menyukaimu atau menganggapmu spesial?” Hye Seong terdiam, dia teringat ketika soo Ha menciumnya di aquarium. Tanpa memandang Soo Ha, Hye seong menjawab. “ Boleh dikatakan kamu tidak menyukaiku. Kamu bilang aku ini orang yang tidak teratur dan materialistik.” Soo Ha: “Bohong. Tidak seperti itu kan? Kenapa ini tampak seperti kebohongan?” Soo Ha mengatakannya dengan tatapan menyelidik tapi polos ( Hmmm,,, gimana ya mendeskripsikannya secara tepat??? Tatapan Soo Ha dan bahasa ekspresinya ketika amnesia bener-bener beda dari Soo Ha yang biasa. Tatapannya sebagai seorang amnesia, tampak lebih ringan, tanpa beban dan seperti layaknya anak seusianya. Sementara tatapan Soo Ha yang tidak amnesia, tampak dewasa, dalam, dan penuh tanggungjawab. Entah sutradaranya yang hebat, atau Lee Jong Suk yang keren aktingnya, atau keduanya sehingga jong Suk bisa menghadirkan Soo Ha yang sangat berbeda antara ketika dia amnesia dan ketika dia tidak amnesia. Keren!!) Hye Seong tetap bersikukuh bahwa dulu Soo Ha tidak pernah menyukainya, dan sekarang menyuruhnya untuk berkonsentrasi pada kasusnya. Soo Ha tampak tidak puas dengan jawaban itu.
Hye Seong duduk sendirian di dalam ruang sidang, kemudian Kwan Woo juga datang dan duduk di sampingnya. Kwan Woo bertanyaapa yang dilakukan Hye Seong di sini. Hye Seong menjawab, dia sedang menyiapkan diri untuk sidang esok hari. Begitu juga Kwan Woo, tujuannya ternyata sama. Dia merasa nervous dan takut, tapi dia akan berusaha keras agar Soo Ha diputuskan tidak bersalah. Dengan begitu dia bisa sedikit membayar hutangnya pada Hye Seong dan soo Ha. Dan berharap, nantinya Hye Seong bisa melihatnya (menyukainya)lagi.
Hari persidangan tiba. Do yeon dan jaksa satunya bersiap-siap. Demikian juga Hye seong dan Kwan woo, Yoo Chang yang turut membantu, memberikan lencana pengacara yang dulu pernah dibuang Hye Seong. Hye Seong menerimanya dan segera mengenakannya. Soo Ha juga bersiap-siap... dia mengenakan kaos dan kemeja yang disiapakan hye seong. Tiba-tiba sebuah memori muncul yang membuat Soo Ha  kesakitan pada kepala. Ingatan ketika dia bertemu Min Joon Gok di pemancingan, saat itu Min Joon Gok bicara sambil menangis.
Persidangan dimulai. Soo Ha memasuki ruang sidang, dia tampak gugup dan ketakutan melihat suasananya. Karena bagi Soo Ha yang amnesia, ini adalah pertama kalinya dia hadir di ruang sidang, ditambah lagi kali ini, dia yang menjadi pesakitannya. Soo Ha dibimbing petugas menuju kursinya, di samping Hye Seong. Hye seong menatap Soo Ha sambil tersenyum, berusaha menenangkannya. Soo Ha juga menatap Hye seong, berusaha mendapatkan kekuatan dari sana. Meski tersenyum, dalam hati Hye seong merasa khawatir, apakah dia bisa memenangkan persidangan ini. Sidang dibuka dengan pembacaan pernyataan dari jaksa, yang disampaikan secara elegan oleh Seo Do yeon dengan presentasi yang menurut Hye seong “flashy”. Di akhir presentasinya, Jaksa menuntut Soo Ha atas tindakan pembunuhan dan mutilasi. Hakim menanyakan apakah Soo Ha menerima tuduhan Jaksa. Soo Ha agak terkejut ketika ditanya hakim, karena potongan ingatan tentang joon Gok kembali muncul. Soo Ha yang tampak kebingungan, membuat Hye Seong khawatir. Kemudian dengan ragu-ragu sambil menatap Hye Seong  Soo Ha menjawab, dia tidak menerima tuduhan jaksa.
Giliran presentasi dari pihak Soo Ha yang dilakukan Hye seong. Dia berdiri dan menatap Lawyer shin di bangku audience, dan teringat pesan seniornya itu untuk memberi hormat pada jaksa sehingga mendapat kesan yang baik dihadapan para juri. Ketika itu, Hye seong menolak mentah-mentah. Tapi saat di persidangan, dia benar-benar melakukannya, memberi hormat pada Do yeon, jaksa dalam kasus ini. Hye seong memulai pembelaannya terhadap Soo Ha, yang menyatakan soo Ha tidak bersalah dengan segala alasannya. Soo Ha tidak pernah berniat melarikan diri, dia tidak muncul karena hilang ingatan. Dan semua bukti yang ada, merupakan bukti kondisional, bukan bukti langsung yang menyatakan bahwa Soo Ha melakukan pembunuhan.
Selanjutnya, kembali pada giliran jaksa. Do yeon menampilkan bukti lain, yaitu rekaman saat Soo Ha menyerang Joon Gok di sebuah toko dan foto potongan tangan Min Joon Gok, yang menarik perhatian para juri. Lalu dilanjutkan pihak Soo Ha oleh Lawyer Cha, pembelaan Kwan woo di sini cukup menarik.  Pisau yang menjadi barang bukti adalah pisau kecil, yang terlalu mustahil digunakan oleh Soo Ha untuk membunuh dan memutilasi Min Joon Gok yang bertubuh besar. Dia kemudian memutar rekaman, bagaimana dia membutuhkan waktu 8 jam untuk memotong-motong daging sapi seberat Min Joon Gok (80 kg) menggunakan pisau serupa (wkwkwkwk... di sini, tubuh Joon Gok dianalogikan daging sapi!!!). jadi tidak mungkin bagi Soo Ha melakukan kejahatn itu, dalam waktu hanya 4 jam dengan keadaan luka di bahunya belum sembuh. Para juri tampaknya bisa menerima apa yang disampaikan Lawyer Cha.
Kwan Woo melanjutkan, dengan banyaknya bukti yang mengarah pada Soo Ha, ada dua kemungkinan, yaitu memang Soo Ha pelakunya, atau Soo Ha dijebak, yang itu artinya ada tersangka lainnya di luar sana. Secara bergantian, Lawyer Cha dan Lawyer jang berusaha memberikan argumen untuk membela Soo Ha, seperti memunculkan kemungkinan tersangka baru yaitu pemilik pemancingan, dan fakta mencurigakan tentang kakek yang merawat Soo Ha dalam 1 tahun ini. Namun hal itu dapat dimentahkan oleh pihak jaksa. Dalam kondisi yang rawan itu, Lawyer Cha mengajukan reses tanpa persetujuan Hye Seong yang ternyata diterima oleh oleh hakim.
Selama waktu reses, tim Soo Ha menunggu kabar dari Yoo Chang yang sedang menjalankan misi, yaitu menemui orang yang melaporkan Soo Ha. Menurut Kwan Woo, orang itu mencurigakan karena dia tinggal di tempat yang jauh (Ga Pyeong)  dari tempat So Ha berada (Pulau Ganghwa). Namun ketika Yoo Chang memberi laporan, isinya sangat mengecewakan. Orang itu, yang namanya Moon Suk Nam, sama sekali tidak memiliki ciri yang mendukung sebagai pelaku pembunuhan Min Joon Gok, karena dia hanya seorang ahjuma!!!
Sementara itu, Soo Ha yang ditempatkan di ruangan tersendiri, kembali mendapatkan potongan memorinya tentang Min Joon Gok, Yaitu ketika dia mencekik Joon Gok dan hendak menikamnya. Tapi ingatan itu hanya sampai disitu, dan membuat Soo Ha bimbang, apakah dia membunuhnya atau tidak. Kembali ke Hye Seong dkk, mereka bingung harus bagaimana lagi, karena usaha mereka untuk memunculkan tersangka baru, gagal. Apakah mereka harus menerima keputusan bersalah atas Soo Ha?? Lawyer Shin menyinggung kasusnya 26 tahun lalu, kasus pembunuhan tangan kiri dengan tersangka utama Hwang Dal Joong. Tak diduga, hal itu memunculkan pikiran cemerlang dalam kepala dua juniornya, tersangka baru yang sesuai dengan semua barang bukti!!
Persidangan dimulai lagi.. Hye Seong menoleh pada Soo Ha yang tampak sangat gugup. Lalu dia menggenggam tangan Soo Ha berusaha menenangkan, Soo Ha pun menoleh dan menggenggam balik tangan Hye Seong... Hye seong bangkit dan menyampaikan pembelaannya lagi, bahwa ada satu lagi tersangka yang sesuai dengan semua bukti, bahkan dia ada di tempat kejadian, memiliki catatan panggilan yang sesuai, juga memegang pisau sebagai senjata dan memiliki cukup kekuatan untuk memotong satu tangan... siapakah dia?? Dia adalah Min Joon Gok. Tentu saja pernyataan itu diprotes oleh hakim, bagaimana mungkin korban yang sudah meninggal menjadi tersangkanya?? Lalu Hye Seong melanjutkan, bahwa dia yakin, korban yaitu Min Joon Gok, masih hidup!