Friday, July 12, 2013

(Sinopsis) I Hear Your Voice Episode 8



Maaf readers, sinopsisnya lamaaaa.... tapi, suer deh, drama ini semakin menarik aja.  Tujuh episode awal, sudah memberikan pengalaman drama yang nano-nano. Romance, komedi, suspense.... komplit. Alur drama yang cepat juga menjadi daya tarik, jadinya yang nonton gak bosen.

EPISODE 8: “For whom is this life”
Episode 8 dibuka dengan berita kebakaran di toko ayam, dimana satu korban meninggal, yaitu pemilik toko, alias ibunya Hye Seong. Mendengar hal itu, Hye seong yang sudah berada di rumah sakit, langsung pingsan. Soo ha hanya bisa memeluk wanita yang dicintainya itu di tengah-tengah hiruk pikuk rumah sakit.

Sementara Min Joon Gok, selamat dengan luka-luka yang tidak begitu parah di tangan, kaki, dan kepala. Di kantor polisi, dia minta untuk diinterogasi di kepolisian tempat asalnya, sengaja... agar kasusnya dilimpahkan ke pengadilan tempat tugas Hye seong.
Orang-orang menghadiri pemakaman ibu Hye seong, Hye seong hanya berdiri terpaku di depan foto ibu, sambil menerima ungkapan belasungkawa dari rekan-rekannya, tanpa air mata.
Sementara itu, di tempat yang sama, Lawyer Shin meminta Judge Kim agar dia dan Lawyer Cha tidak menjadi pengacara Joon Gok. Judge Kim berjanji akan melakukan sebisanya.

Jaksa yang menangani kasus ini ternyata adalah Do Yeon. Dia mengunjungi Joon Gok di rumah sakit dan mendengarkan keterangan darinya. Di hadapan jaksa, Joon Gok terus membela diri, bahwa dia berusaha menyelamatkan bos-nya tetapi gagal. Mulanya, Jaksa Seo tampak simpatik mendengarkan cerita Joon Gok hingga akhirnya dia menyinggung kasus 10 tahun lalu. Di sini Joon Gok masih mengelak dia pelakunya, dan mengatakan itu hanya kecelakaan dan dia menjadi korban secara hukum. Lalu dengan kalem, Do yeon mengatakan, bahwa dalam kasus Joon Gok 10 tahun lalu, ada satu lagi saksi, yaitu dirinya! “sampai bertemu di pengadilan, Min Joon Gok” Do yeon menutup pembicaraan sambil beranjak pergi, meninggalkan Joon Gok dengan wajah suramnya.
Saat Joon Gok digiring masuk ke mobil tahanan, Soo ha yang mengetahuinya, langsung menyerang Joon Gok dan mencekiknya. Tapi di situ banyak polisi, sehingga Joon Gok selamat.

Kembali ke pemakanan.... tamu-tamu sudah banyak yang pergi, Kwan Woo menawari Hye seong makan. Hye seong mengeluh, sekarang tidak ada lagi tempat untuk bersandar... apakah dia harus membeli seseorang? Atau meminta teman-teman ibunya untuk menyiapkan pemakaman? Kwan Woo merasa iba, lalu bilang dia yang akan mengurus semuanya. Mereka makan bersama.... lalu menyuruh Kwan Woo pergi karena ia ingin sendiri.  Hye seong kembali ke depan foto ibunya, terduduk sambil bicara sendiri. “apakah aku ini sakit? Jika tidak apakah aku ini benar-benar kuat?”. Dia bicara begitu karena bagaimanapun sedihnya,dia tetap tidak bisa menangis.
Soo ha datang dan ikut duduk di sampingnya. Dia menceritakan bahwa dia baru saja menemui Joon Gok yang tidak mengakui bahwa dia telah membunuh ibu, tapi dengan kemampuannya, Soo ha tahu itu bohong. Hye seong bertanya apakah Soo ha berhasil mencari tahu apa yang dikatakan ibu sebelum meninggal... lalu Soo ha menceritakan, dengan terputus-putus menahan tangisnya.. Soo Ha: “Min Joon Gok, membiarkan ibu bicara denganmu melalui telepon hingga detik-detik terakhirnya”. Hye seong: “telepon....?” lalu Hye seong mengingat-ingat terakhir kali ibunya menelpon, yaitu saat dia di halte bis. Mengingat itu, hye seong mulai bisa merasakan kepedihannya yang mendalam dan menangis... tangisnya semakin menjadi karena dia merasa semua ini tidak adil. Hingga detik-detik terahir hidupnya, ibu berpesan agar Hye seong tidak membenci orang yang berbuat tidak baik padanya.... Hye seong merasa ini benar-benar tidak adil, itu sebabnya dia menangis. Soo ha mendekat dan menyandarkan Hye seong di dadanya....

Lawyer Cha yang ternyata harus menjadi pengacaranya Min Joon Gok, menemui Judge Kim dan minta agar jangan dia, tapi mau bagaimana lagi, pengacara lain menolak dan Min Joon Gok sendiri yang minta. Pada waktu yang sama, sekretaris Yoo Chang sedang uring-uringan mengetahui hal itu. Lawyer Shin membentak dan meminta Yoo chang untuk tenang, bersamaan dengan Hye seong memasuki ruangan.... Hye seong lalu bertemu dengan Kwan Woo di taman.
Hye seong dengan wajah dingin mengatakan, “aku bersyukur bahwa yang menjadi pengacara Joon Gok adalah Lawyer Cha, bukan Lawyer Shin. Jika dia menangani kasus ini, dia  tidak akan peduli tentang koleganya dan membela Joon Gok apapun yang terjadi, dia juga tidak akan percaya pada kata-kataku kan? Tapi kamu beda, lawyer Cha... kamu akan ada di pihakku, benar kan?” Sepertinya ini hanya usaha Hye seong agar KwanWoo jangan sampai seperti apa yang dia katakan. Karena kita tahu sendiri, Lawyer Shin ada di pihak Hye seong. “kamu percaya padaku kan?” Hyeseong melanjutkan. “ya aku percaya” jawab Lawyer Cha.. lalu Hye seong menyandarkan kepala di dada Lawyer Cha..... *menyedihkan.... janji yang menyedihkan....*

Lawyer Cha akan menemui Joon Gok, tapi seorang petugas mengatakan Min Joon Gok tidak bisa ditemui hari ini karena baru saja dia berusaha bunuh diri. Kwan Woo tetap menemui Min Joon Gok yang tidak sadarkan diri di rumah sakit. Dia membaca surat yang ditinggalkan Joon Gok, *yang isinya penuh kebohongan*, bahwa setelah keluar dari penjara dia ingin meminta maaf pada Soo Ha dan Hye seong dan hidup dengan baik. Dia bekerja pada ibu Hye seong dengan harapan ketulusannya bisa sampai pada Hye seong...blablablablabla..... intinya dia sama sekali tidak membunuh ibu hye seong dan merasa menyesal dan bersalah atas kejadian ini. Hebat sekali Joon Gok ini, dia sanggup melukai dirinya  sendiri demi menutupi kejahatannya sehingga orang lain percaya bahwa dia innocent. Kwan Woo percaya .... dan dia melanjutkan penyelidikan tentang Joon Gok yang semuanya mengarah pada kesimpulan bahwa Min Joon Gok memang tidak bersalah. Menyebalkan!!!
Hye seong duduk di depan kaca riasnya sambil memandangi foto ibunya, dalam hati dia berkata “jangan khawatir ibu, Lawyer Cha ada di pihak kita”. Soo ha melihatnya, lalu mengajaknya segera berangkat. Sebelum memasuki ruang sidang, Hye seong tampak tegang... “ini seperti 10 tahun yang lalu” ucap Hye seong sambil menarik napas dalam-dalam. Lalu Soo ha merangkul dan membimbingnya masuk.

Persidangan berjalan tak seperti yang digarapkan Hye seong. Lawyer Cha, yang begitu dia percayai akan berada di pihaknya ternyata berbalik membela Joon Gok dan mengatakan dia tidak bersalah. Usai sidang, Hye seong bertengkar hebat dengan Kwan Woo... bagi Kwan Woo Joon Gok tetap innocent dengan segala alasannya. Bahkan dia menyuruh Hye seong untuk mau memahami kondisi Joon Gok dan menghentikan kesalahpahamannya. Speechless...  Hye seong hanya bisa terpaku menahan tangis  dan sakit hatinya. Justru Soo ha yang tidak bisa tinggal diam, ditonjoknya Kwan woo tepat di ulu hati... (PUAS!!! Hahaha....*evil mode on, jangan ditiru*hahahah....)

Saat Soo ha sampai rumah, Hye seong sudah ada di sana, sedang bersih2!! Hal yang sangat langka, sepertinya mood Hye seong sedang buruk dan karena gak tau mau ngapain, akhirnya dia menyalurkannya dengan bersih-bersih..(mungkin lho!!) Sambil membersihkan meja, Hye seong menyuruh Soo ha kembali ke rumahnya. Saat ini Hye seong sedang tidak ingin melihat siapapun, baik dia maupun lawyer Cha! Soo ha menolak, dia akan tetap tinggal.. hye seong mengancam, jika Soo ha tetap di sini mungkin dia akan marah-marah dan mengatakan hal-hal buruk pada Soo ha. “aku tidak mau” jawab Soo ha kalem. Hye seong masih dengan nada tinggi : “apa kamu anak-anak? Kamu tidak mengerti? Kamu tidak tau apa yang mungkin aku katakan padamu?”. Soo Ha: “ya , aku memang masih anak-anak, yang tidak mengerti apa yang akan kamu katakan, jadi katakan saja semaumu”. Hye seong dengan mata berkaca-kaca: “ aku membencimu, lebih dan lebih hingga jutaan kali saat ini!! Menjadi saksi 10 tahun yang lalu sehingga ini terjadi.. semua ini karenamu!”. Soo ha memandang Hye seong dan mendengarkannya dengan berusaha tetap tenang. Hye seong melanjutkan “Kenapa? Haruskah aku bicara lebih kasar lagi?”. Soo ha: “katakan saja, aku akan mendengarkan semuanya.” Lalu Soo ha beranjak ke tempat cuci piring. Dalam posisi membelakangi Hye seong, dia mengatakan “katakanlah.. bahkan jika kamu akan menyalahkanku, aku akan mendengarkan.” Cooled down... sikap Soo ha ini mampu mendinginkan emosi Hye seong.

Soo ha menuang cairan sabun dan mulai mencuci piring, sementara Hye seong berdiri di sampingnya. kucek-kucek-kucek.... kok gak berbusa ya... Hye seong ngelirik agak gimanaaa gitu, “Soo ha...”. “apa” jawab Soo ha sambil ngelirik balik dengan agak tegang... Hye seong: “itu minyak untuk masak..”. *bwuahahahahaha.......rasanya pengen ngakak guling-guling liat adegan ini. Hadeuuuuh, pak sutradara... sempat2nya nyelipin adegan kocak dalam atmosfer tegang, sedih, kecewa ini.... lagian, salah Hye seong juga sih, minyak buat masak kok ditaruh berdampingan dengan sabun cuci piring di wastafel!!!ckckck.....*

Esoknya, Hye seong tampak sedang galau mempertimbangkan sesuatu sambil muter di tempat favoritnya, pintu berputar.. “i can do it... i can’t do it... i can do it!” rupanya dia mau ke rumah Do Yeon. Sampai di depan rumah Do Yeon, dia teringat kejadian 10 tahun lalu, saat dia harus keluar dari rumah itu, dia berdiri di sana hingga malam sebagai bentuk protes karena ibu menerima uang dari ayah Do Yeon... lalu ibu datang yang ternyata menggunakan uang itu untuk membeli buku-buku Hakin Seo dan membakarnya di depan rumah itu... Hye seong agak ragu, tapi akhirnya dia memencet bel juga. Hye seong membuang harga dirinya dan menmui Do yeon, meminta tolong agar Do yeon membantunya melawan Joon Gok. Dia bahkan berlutut dan meminta maaf atas semua perkataannya selama ini. Do yeon terkejut... karena dia sangat mengenal Hye seong. Ayah Do yeon datang... lalu mereka bicara di dalam rumah, dia memberi saran untuk mendatangkan saksi yang bisa memberikan pernyataan yang akan memberatkan Joon Gok. Tapi menurut Do yeon, semua orang yang mengenal Joon Gok sudah dia datangi dan mereka hanya mengatakan semua hal baik tentang Joon Gok. Ayah Do Yeon melanjutkan, “apa kamu sudah berusaha menemui teman sekamarnya di penjara?”. Yak!! Sepertinya inilah strategi yang akan mereka gunakan, meminta testimoni yang memberatkan dari teman sekamar di penjara, dan memberi imbalan padanya. Dia adalah orang yang dulu pernah diceritakan Lawyer Shin.. klien Lawyer Shin yang dia bela mati-matian, tapi mereka kalah di persidangan, Hwang Dal Joo.


Pada hari persidangan, saat menuju pengadilan, Hye seong bertemu Lawyer Shin dan seperti biasa... bertengkar, karena Lawyer Shin tahu  rencana hye Seong dan Do Yeon terkait Hwang Dal Joo. Yoo Chang menengahi dan menyuruh Hye Seong jalan duluan... tapi Hye seong berbalik lagi! Mereka beradu argumen lagi sampai Hye Seong benar-benar marah dan membuang lencana pengacaranya, lencana itu lalu dipungut Lawyer shin dan diserahkan pada Yoo Chang sambil berkata, “ jika Min Joon Gook diputuskan tidak bersalah, apakah setelah ini Lawyer Jang masih akan menjadi pengacara...?
Di persidangan, Hwang Dal Joo benar-benar datang dan memberi kesaksian... tapi malang... semua testimoninya dapat dimentahkan Lawyer Cha. Soo Ha dan Hye Seong tampak meradang... Hye Seong tertunduk meneteskan air mata. Keputusan apakah Min Joon Gok bersalah atau tidak harus menunggu hingga bulan depan... Min Joon Gok menoleh pada Soo ha dan mengatakan hal sama seperti 10 tahun lalu, hanya dalam hati... tapi dia tahu bahwa Soo ha mendengarnya “hei bocah, sepertinya orang-orang bodoh dengan otak cerdas di sini, semua ada di pihakku... ”. dilanjtkan dengan mengancam, “ jika aku diputuskan tidak bersalah dan keluar dari sini, selanjutnya adalah giliranmu dan gadis itu..”. Soo Ha semakin meradang....


Di rumah, Hye seong tidur sambil memeluk fotonya dengan ibu... dia teringat berbagai kenangan bersama ibu. Sementara itu, Soo Ha menemui Kwan Woo di luar rumah. Kwan Woo menanyakan kondisi Hye seong, dan Soo ha mendengar suara hatinya betapa dia tidak ingin menyerah terhadap Hye seong. Kemudian Soo Ha mengatakan bahwa Hye seong sangat menyukai Kwan Woo, dia mengalami waktu-waktu yang sulit karena menyukainya, jadi beri Hye seong waktu, tunggu, dan lindungi dia. “kamu pasti juga tidak suka karena aku menjadi pengacara Min Joon Gok...” Kata Kwan woo dengan wajah merasa tidak enak hati. Tapi Soo ha justru mengatakan tidak apa-apa sambil tersenyum manis, bahkan berterimaksih dan membungkuk padanya. Kemudian setelah dia berbalik memunggungi Kwan Woo... ekspresi wajahnya berubah dingin sambil bergumam, “terima kasih, telah memberiku kesempatan...” (*kesempatan apa maksudnya.....? balas dendam kah???*)


Di dalam kamar, Soo ha menulis reminder di hapenya... tanggal 3 bulan depan... dalam tasnya yang sedikit terbuka, tampak sebuah pisau lipat...
Pak guru sedang mengabsen siswa satu per satu. Saat giliran nama Soo ha yang dipanggil, Seung Bin menjawab, berpura-pura sebagai Soo ha, tapi malah diadukan oleh Lee Jong Hoon...hehehe... jadi ketahuan, kalau Soo ha sering tidak masuk akhir-akhir ini. Ternyata Soo ha masih di rumah, mengecek keadaan, membetulkan lampu, memperbaiki pintu lemari perabotan yang rusak. Setelah memastikan semuanya beres, dia pun pergi membawa barang-barangnya. Tapi sebelumnya, tidak lupa dia meletakkan sepatu kets dan sepatu pria di depan pintu masuk.

*Ini udah ganti hari apa belom ya... soalnya tadi Soo ha keluar make kaos, sekarang menemui Hye seong di rumah abu, udah make seragam sekolah...dengan bagian bawah dasi dislempitin masuk ke dalam hem-nya...lucu...* Setelah meletakkan bunga, Soo ha mengajak Hye seong ke tempat yang sudah mereka rencanakan sebelumnya, tapi gak jadi. Ya.. aquarium. Di sana, Hye seong menanyakan kenapa tiba-tiba Soo ha ingin ke aquarium. Soo ha: “setelah empat kali berusaha ke sini, akhirnya sekarang kesampaian juga.” Hye seong: “empat kali...?” Soo Ha: “pertama aku berencana ke sini dengan ayahku, tetapi kemudian dia meninggal, aku pun tidak jadi pergi. Lalu aku mendapat tugas fieldtrip di sini saat SMP, tapi aku sakit, jadi aku tidak datang. Lalu yang ketiga, kita berjanji untuk ke sini setelah persidangan kakek, tapi kita tidak jadi pergi.” Hye Seong: “Hey.. aku sudah akan datang. Kamu yang memutuskan untuk tidak datang, bahkan tidak mengangkat teleponku..” kayaknya Soo ha gak jadi ke aquarium gara-gara dongkol melihat Hye seong dan Kwan Woo di taman, yang pake acara cium tangan dan ngajak ngedate... andai Soo ha tau, waktu itu Hye seong menolak ajakan Kwan Woo karena baginya rencananya dengan Soo ha lebih penting....

Lalu Soo ha menjelaskan mengapa dia ingin ke aquarium, “ kamu tahu.. bahwa duniaku lebih berisik daripada dunia orang lain. Aku merasa di sini nyaman dan tenang.” Hye seong meng-iyakan setuju... kemudian Soo Ha, yang tadi duduk di samping Hye seong, berdiri memandang Hye seong dengan satu tangan menumpu di tempat duduk dan tangan lainnya di saku... *gak tau kenapa, tapi menurutku posenya membuat Soo Ha tampak kereeeeenn bangeeet! Pengen rasanya ngacak-acak rambutnya!!!!*

“aku sudah mengepak barang-barangku sebelum ke sini.” Hye seong kaget, lalu Soo ha melanjutkan agar Hye seong tak perlu khawatir karena Min Joon Gok tidak akan pernah mengganggunya lagi. “bagaimana kamu tahu..?” balas Hye seong. Soo ha menunjuk matanya sambil berkata, “aku melihat selama persidangan, jadi kamu bisa mempercayai kata-kataku.” *bohong.. *
Hye seong: “jadi itu sebabnya kamu minta datang ke sini? Semacam ucapan selamat tinggal..?” Soo ha mengangguk, “dan ada yang ingin aku katakan sebelum aku pergi”. Hye seong merasakan atmosfer aneh, seperti akan berpisah selamanya. Soo ha berdalih, dia hanya perlu belajar. Meski masih tampak shock dengan pamitan tiba-tibanya Soo ha, Hye seong mengangguk, menerima alasan Soo ha, tapi sepertinya setengah hati, “apakah itu yang ingin kamu katakan?” tanyanya lagi. Soo ha tampak ragu-ragu mau mengatakan sesuatu, tapi kemudin dia mengatakan sesuatu tentang ibunya Hye seong, yang sampai akhir hidupnya, dia bangga memiliki putri seperti Hye seong, dan dia akan bahagia di surga. Soo ha meminta Hye seong jangan menyalahkan dirinya sendiri, dan jangan terlalu membenci Lawyer Cha, “dia melakukan ini karena dia terlalu menyukaimu. Dia percaya pada cerita Min Joon Gok dan mengira kamu hanya salah paham. Dia ingin menjernihkan kesalahpahamnu terhadap Min Joon Gok. Itu semua karena dia tidak tahu kebenarannya. Dalam posisinya, mungkin itu hal terbaik yang bisa dia lakukan.” Hye seong mengangguk, “aku tahu..”.

Soo ha melanjutkan, “ dan.. kamu tahu, tapi kamu sangat menyukainya. Itu sebabnya ini terasa menyakitkan. Jadi jangan bersembunyi terlalu lama, dan terimalah hatinya. Itu bagus untuk kalian berdua.” Hye seong mendengarkan kata-kata bijak Soo ha dengan pandangan kosong dan pikiran berkecamuk... Karena merasa sudah mengatakan semuanya, Soo ha berpamitan. Tapi wajah Hye seong tampak belum begitu rela... baru beberapa langkah, Hye seong memanggil, “Hei Soo Ha..well.. so.. lupakan. Bye, terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan padaku. Rajin belajar, Oke.” Hati Soo ha terasa sesak, sampai air matanya keluar.

Backsong... Don’t hold on to my love. Like yesterday, i cried because i miss you. Then I fall asleep crying.
Soo ha berbalik, dengan mata berkaca-kaca dia mengatakan, “ ada satu hal yang kamu tidak tahu..”. Lalu dia meraih pinggang Hye seong dan mencium bibirnya.... bersamaan dengan menetesnya air mata Soo Ha. Hye seong terkejut, tapi juga tidak menolaknya. Ciuman yang tidak begitu lama, tapi menyampaikan segalanya. Segenap cinta Soo ha pada Hye seong. 

Masih dengan wajah terkejutnya, Hye seong memandang punggung Soo ha yang semakin jauh......
Backsong.... you became my tears. And your leftme in tears. The more i try to erase you, the more you spread.

 *ends....
Hhh... meski ada adegan kiss, tapi kok rasanya nyeseg gini ya.... Perasaan terpendam Soo Ha selama ini akhirnya bisa dibaca oleh Hye Seong. Apakah Hye Seong akan membalas cinta Soo ha? Apa sebenarnya rencana Soo Ha denganmengatakan bahwa Joon Gok tidak akan pernah mengganggu lagi... membunuhnyakah? Rasanya kok gak rela kalo sampe Soo Ha menjadi pembunuh...

Thursday, July 11, 2013

(Curhat) I Hear Your Voice Episode 11

BUKAN Sinopsis.... ini bukan sinopsis lho!! Sekedar mau curhat...

Rasanya drama ini sudah mempermainkan hatiku...hiks.. *lebay..*  Terkadang pengen banget nonton kelanjutannya, tapi setelah download, jadi takut nonton.... takut menghadapi kenyataan semu dalam drama (apapula ini...heheh), bahwa tokoh utama kita, Soo Ha, harus mengalami sakit hati terus.... nggak tegaaaa T-T.
Seperti waktu Episode 7-8 sudah tayang, setelah DL semua, aku cuma berani nonton sampe ep 7. Sementara ep 8 aku simpan sampe minggu depannya, setelah ep 9-10 tayang. Kenapa??? Gara-gara rasa penasaran dan ketidaksabaranku, yang mencuri lihat adegan terakhir Ep 8... kiss, tapi penuh kesedihan.
Dan sekarang terjadi lagi.... Episode 11 sudah tayang, yang sudah aku tunggu-tunggu sejak seminggu lalu, tapi kemudian..... aku takut untuk melihat Soo Ha terluka dan sedih lagi setelah semua yang dia alami.... Rasanya drama ini seperti rollercoaster yang di situ, hatiku ikut jadi penumpangnya....... Terkadang berjalan datar, asik, menyenangkan tapi lalu tiba-tiba menegangkan bahkan sangat memilukan, lalu slowdown lagi dan mulai penuh emosi lagi, lagi, dan lagi.... tapi nggak ingin berhenti.
Dilema dalam perasaan ingin segera berakhir bahagia untuk Soo ha (kuharap happy ending untuk Soo Ha), yang artinya, end juga untuk dramanya; dan perasaan ingin terus melihat kehidupan Soo Ha bersama noonanya yang hangat dan terkadang kocak.
Setelah pada episode-episode awal sampe episode 9 kalo gak salah, berisi usaha Soo Ha untuk melindungi Hye Seong, kini semua berbalik.... Soo Ha berada pada keadaan dimana Hye Seong harus menolong dan melindungi Soo Ha. Namun, di sini hati Soo Ha tak serta merta merasa aman... justru, semakin banyak kecamuk emosi yang dihadapinya... kembali merasakan ditinggalkan dan sendiri... merana...
Bagi Soo Ha, satu-satunya orang yang berarti adalah Hye Seong. Bagaimana perasaannya ketika melihat wanita itu meninggalkannya....? Berusaha mengejarnya lagi... dan jika tak terkejar, dia hanya bisa menunggu hingga wanita itu datang lagi menghampirinya....

credit pict: girlfriday of Dramabeans @photobucket

Friday, July 5, 2013

(Sinopsis) I Hear Your Voice Episode 7- Part 2



Part 2
Hye seong pulang bersama Soo Ha (setia banget sih Soo Ha ini.... *ngiri!!), selama perjalanan di dalam subway, Hye seong  terus kepikiran dengan sidang tadi, ato lebih tepatnya, kepikiran ttg kata-kata pembelaan Lawyer Cha. Meskipun agak sebel, tapi dalam hati dia berniat untuk membantu rekannya itu. Soo Ha yang tau niat itu, langsung melarangnya (cemburu!!!).
Persidangan kakek sepertinya berjalan lancar. Lawyer Sin, Lawyer Cha dan sekretaris Yoo Chang berencana makan-makan di restoran cina karena punya voucher gratis, Hye seong yang awalnya menolak, akhirnya ikut juga setelah dibujuk (agak dipaksa dan diseret) oleh Lawyer Cha. Tak disangka, Kelompok hakim Kim dan Jaksa Seo juga ada di resto tersebut. Maka mereka pun makan dalam satu meja. Tapi bukannya akur, malah terjadi perdebatan antara Hye seong dengan Do yeon. Do yeon tetep kekeuh dengan tuntutannya sementara Hye seong membela mati-matian. Setiap kali salah satu pihak mau mengambil makanan, pihak lain menggerakkan meja putarnya, sampai akhirnya Hakim Kim protes karena tidak bisa mengambil makanan.

“Egg bread- 2 dolar dapat 3/banana bread-1 dolar dapat 2. Kami tidak menjual eceran”


Kakek duduk sambil memandangi penjual roti. Dia sangat ingin membeli, tapi uangnya hanya 50 cent. Soo ha melihatnya... seperti dia sengaja datang pada kakek untuk membantu Hye seong yang ingin membantu Kwan Woo (baek bangeeeeet... padahal tadi melarang Hye seong, sekarang malah dia sendiri ikut membantu. Apapun akan dilakukan Soo ha agar Hye seong senang, meski itu menyakiti dirinya sendiri).
Soo ha mendekati kakek dan menanyakan apakah kakek punya uang 50 cent karena dia hanya punya 1,5 dolar. Jika ditambah 50 cent bisa beli 3 egg bread dan Soo ha akan memberikan 2 egg bread untuk kakek. Kakek senang sekali.
Hye seong menerima kiriman makanan dan baju dari ibu, dia segera mencoba bajunya sementara Soo Ha menata makanan dalam kulkas. “cantik” kata Soo ha. Hye seong: “aku?”. Soo Ha: “bukan, jaketnya” hahahah.... nakal banget Soo ha nggodain noonanya. Lalu Soo ha menceritakan pertemuannya tadi dengan kakek, dan mengatakan sepertinya kakek ingin bebas dari tuntutan jaksa. Kakek juga bercerita tentang pertemuannya dengan korban (yang korannya diambil kakek) di pemakaman dimana yang meninggal adalah kerabat dari kedua belah pihak. Itu artinya kakek dan korban sebenarnya kerabat jauh. Hye seong memikirkan kemungkinan digunakannya hukum khusus untuk kejahatn yang terjadi antarkerabat. Lalu dia terpikirkan satu cara asalkan Soo ha mau membantu.
Soo ha dan Hye seong janji ketemuan di cafetaria. Saat soo ha datang, Hye seong memandanginya dari ujung kaki sampai ujung kepala,terpesona dengan Soo Ha yang mengenalan setelan jas (*whoaaa... cakep bener ni anak, ckckck*)
Hye seong segera menjelaskan rencananya dan tentang hukum khusus yang dia sebutkan sebelumnya, bahwa pencurian adalah tindak kejahatan yang tidak perlu dipertanyakan lagi (pelakunya pasti dihukum), meski antara pelaku dan korban sudah berdamai. Namun jika kedua pihak ternyata kerabat, maka semua itu bisa berubah. Jika korban bersedia damai dan menarik tuntutan, maka tidak perlu ada sidang lagi. Lalu Soo ha mengatakan, bahwa masalahnya sekarang adalah korban yang tidak mau damai. Hye seong melanjutkan, “itu sebabnya dia perlu payung dan kamu”hehehe.. karena sebelumnya, Kwan Woo pernah disiram pas berkunjung, jadi Hye seong sedia payung sebelu disiram, gituuuu. Mereka berdua melanjutkan obrolan dengan begitu asik, dan keliatan manis banget scenenya, seperti pasangan kekasih... sweet...bener-bener sweet...^^)


Rencana dimulai. Hye seong dan Soo ha mengunjungi rumah korban dan langsung disambut siraman air!! Ahh untung bawa payung...:P  
Rupanya korban tetep tidak mau damai. Lalu Hye seong mencoba mengancam atas keributan yang dibuat korban di rumah kakek. Di sinilah peran Soo ha, mencari tahu yang sebenarnya terjadi. Ternyata saat korban ke rumag kakek, dia berlaku tidak sopan bahkan masuk tanpa melepas sepatu sehingga kakek marah-marah. Hye seong menjelaskan bahwa perbuatan itu bisa dituntut dengan hukuman lebih berat dari pada pencurian. Ditambah lagi, korannya menyediakan iklan layanan prostitusi gadis di bawah usia (wah!!!). itu ilegal! Korban jadi gugup, “apa yang kalian lakukan? Apa kalian mengancamku?”, Hye seong menjawab, : “ bukan mengancam. Bisa dibilang ini adalah teknik untuk mendapatkan penyelesaian”. Copas kata-katanya Lawyer Sin rupanya... dan, yes!! Rencana sukses. Hye seong menawari Soo untuk ditraktir makan, tapi Soo ha malah minta pergi ke aquarium. Well, ok!kita ke aquarium setelah kasus selesai. 

Hye seong langsung meluncur ke pengadilan dan menyerahkan surat tanda damai dari korban. Lawyer Cha yang sangat senang, spontang memeluk Hye seong!! Dan Hye seong hanya bengong pada posisi yang sama sampai Lawyer Cha selesai dengan pembelaannya, wkwkwk... *sepertinya Hye seong makin-makin-makin suka dengan Kwan Woo, tapi tidak dengan aku!!! Aku tetep shippering Soo ha –Hye seong!!!*
Hasil sidang, kakek bebas!
Usai sidang, Lawyer Cha dan Hye seong bertemu di taman (setelah sebelumnya Hye seong pura-pura gak dengar saat dipanggil, hahaha.. masih grogi krn dipeluk tadi). Lalu mereka ber high-five... tapi kemudian Lawyer Cha tetap memegang tangan Hye seong dan mengecup tangan itu dan mengajaknya kencan.... di kejauhan, Soo ha melihatnya  lalu pergi meninggalkan mereka berdua(*sedih...huhuhu*).
Soo ha datang ke sekolah setelah mbolos berkali-kali, tapi apa yang dia lakukan...?? malah tiduran di lapangan!! Dia masih kepikiran dengan kedekatan Hye seong dan Lawter Cha. Seung Bin menghampiri tapi Soo ha keburu pergi sambil membuang boneka kecil yang semula akan diberikan pada Hye seong. Seung bin memungut boneka itu.

Kakek yang begitu senang karena bisa bebas, terus menunggu di depan kantor pengacara hingga malam, hingga dia bisa bertemu Hye seong. Dia minta maaf atas perilaku sebelumnya dan berterimakasih dengan sebotol kecil yoghurt. Aku cukup terharu dengan adegan ini.. Hye seong mengatakan dia tidak butuh maaf dari kakek, dia hanya ingin kakek menemui anaknya dengannada-nada marah-marah seperti biasanya. Aku rasa, Hye seong hanya terlalu peduli pada kakek dan ingin agar kakek tidak berjuang hidup sendiri. Tapi kakek – dengan nada tinggi juga – mengatakan, bahwa dia lebih suka seperti ini, jika sedih, biarkan sedih sendiri, jika anaknya tahu maka anaknya juga akan ikut sedih. Meski tampakkeras kepala, Kakek rupanya terlalu sayang pada anaknya dan tidak ingin menjadi beban. Dan sebotol yoghurt itu adalah tanda terima kasih tulus dari kakek. Sangat-sangat tulus. (*mbrebes mili, terharu..hiks.hiks.hiks). yoghurt yang sudah hangat, yang menandakan lamanya kakek menunggu.
Min Joon Gok lagi-lagi menerima pesan anonim, tapi kali ini isinya tentang aplikasi untuk menolak spam. Klik.... terlacak! Akhirnya upaya pak pelacak berhasil, lokasi Min Joon Gok ketemu.
Sementara Joon Gok masuk ke toko, dia menemui ibu dengan pandangan dingin dan kunci inggris besar di tangannya.
Hye seong sedang di halte bus, dia menelpon ibunya dan menceritakan tentang kakek Lee Dae Sung. Mereka membicarakan banyak hal termasuk tentang kekhawatiran ibu akan Hye seong yang belum juga menikah. Ibu berusaha bicara sebiasa mungkin...padahal.... kondisinya.....*hiks.hiks.hiks* rupanya Joon Gook benar-benar menjahati ibu, memukul kepalanya hingga berdarah-darah dan mengikat serta menyekapnya. Joon Gok memberi kesempatan pada ibu untuk bicara dengan anaknya, dengan harapan ibu akan minta tolong sehingga hye seong datang. Gagal! Ibu malah berpesan pada Hye seong, untuk tidak membenci siapapun, meski seseorang menyakitinya, jangan membencinya. “mata dibalas mata, gigi dibalas gigi..jika kamu hidup seperti itu maka dunia ini akan cacat. Orang-orang yang berbuat tidak baik padamu, mereka hanya iri padamu yang begitu beruntung. Jadi jangan benci mereka dan maafkanlah,” Hye seong menyela,”ibu membela Do yeon lagi kan?” ibu langsung membentak “JANGAN MEMUTAR KATA-KATAKU!”, lalu ibu melanjutkan “berjanjilah, kamu tidak akan membeni orang lain sampai mengacaukan hidupmu. Begitu seseorang terlahir ke dunia, hidup ini bahkan tidak cukup panjang untuk saling mencintai (apalagi kalo ditambah saling membenci, ed), kan?”. “baiklah” jawab Hye seong. “Bagus, itu baru gadisku...”
Hye seong sempat curiga dengan suara ibu, dan mengiranya sakit. Tapi ibu mengatakn dia baik-baik saja. Telepon ditutup. Hye seong tidak tahu kalau itu menjadi percakapan terakhirnya dengan ibu....
Hp Soo ha berbunyi, rupanya dari bapak pelacak yang melaporkan posisi Joon Gok, SeongMoo City. Bersamaan dengan itu, Hye seong sampai rumah. Soo ha langsung menanyakan alamat toko ayam ibunya dengan panik. “apakah itu di Myeongwol-dong, SeongMoo City? Dekat persimpangan jalan?” tanya Soo ha setengah berteriak. Hye seong: “Bagaimana kamu tahu?”. Soo Ha: “Min Joon Gok ada di sana”. Hye seong jadi panik. Telepon berdering... Soo Ha mengangkatnya, tapi lalu dia terdiam lama. Hye seong yang penasaran bertanya dengan wajah yang semakin khawatir “siapa yang menelpon?”, Soo Ha masih diam terpaku. Hye seong : “ aku tanya, siapa itu?!” Hye seong tak bisa lagi membendung rasa takut dan paniknya..
Siapa sebenarnya yang menelpon dan dana berita seperti apa yang disampaiakn hingga membuat Soo Ha berekspresi demikian?

Saat itulah aku menyadari, mimpi buruk ibu belum berakhir. Itu baru saja dimulai. Dan mimpi buruk itu meramalkan sesuatu yang jauh lebih buruk dari  yang kami duga (Hye Seong)
Episode 7 ends.

Melihat perkembangan hubungan antara Hye Seong dengan Kwan Woo, apa yang akan dilakukan Soo Ha? Apakah dia akan diam saja dan menyerahkan Hye seong pada orang lain padahal dia telah mencari dan menunggu  selama 10 tahun ini?
Soo Ha, yang setelah ditinggalkan ayahnya, tidak lagi memiliki siapa-siapa untuk bersandar, terus berusaha menjalani hidup dalam kesepian dan harapan. Berusaha menjadi kuat agar bisa melindungi satu-satunya orang yang berada di pihaknya 10 tahun lalu. Soo ha yang tak pernah membuka hati untuk siapapun, kini setelah bertemu wanita penyelamatnya, merasakan bahwa ada yang peduli padanya. Meski bukan kepedulian seorang kekasih, setidaknya itu menghangatkan hatinya. Dan dia rela melakukan apapun demi orang itu, seolah dialah tujuan hidupnya. Park Soo Ha....